Banjir Bandang Terjang 7 Desa di Kabupaten Bojonegoro, Seorang Warga Tewas

Banjir Bandang Terjang 7 Desa di Kabupaten Bojonegoro, Seorang Warga Tewas

BOGORTODAY.COM Banjir bandang melanda tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada Sabtu malam (16/3/2025), menyebabkan kerusakan signifikan dan satu korban jiwa.

Korban yang tewas bernama Gemi, seorang pria berusia 60 tahun yang merupakan warga Desa Ngujo, Kecamatan Kalitidu.

Gemi meninggal dunia akibat penyakit sesak nafas yang kambuh saat berusaha menyelamatkan barang-barang di dalam rumahnya yang terdampak banjir.

Menurut Agus Purnomo, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Bojonegoro, korban tewas disebabkan oleh kondisinya yang semakin memburuk saat ia berusaha mengamankan barang-barang pribadi di dalam rumah, yang terendam akibat luapan air banjir.

Tujuh Desa Terdampak Banjir

Banjir bandang tersebut menggenangi ratusan rumah di tujuh desa di Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan data dari BPBD Bojonegoro, desa-desa yang terdampak meliputi Desa Ngujo, Desa Leran, dan Dusun Kuce di Kecamatan Kalitidu, serta Desa Jampet, Bareng, Ngantru, dan Wadang di Kecamatan Ngasem.

BACA JUGA :  Argentina di Piala Dunia 2026: Kandidat Kuat Pertahankan Gelar Juara

Banjir yang terjadi pada malam hari ini menyebabkan genangan air setinggi sekitar 50 cm, merendam banyak rumah warga dan fasilitas umum di wilayah tersebut.

Banjir ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Bojonegoro sejak sore hari.

Hujan deras menyebabkan sungai-sungai di wilayah tersebut meluap, mengakibatkan luapan air yang tidak mampu tertampung oleh saluran drainase dan menyebabkan terjadinya banjir bandang.

Banjir Surut Setelah Beberapa Jam

Agus Purnomo menyampaikan bahwa kondisi banjir mulai surut setelah sekitar tiga jam. “Untuk saat ini air sudah surut, banjir berlangsung pada pukul 21.00 WIB,” ujarnya.

Meski demikian, dampak dari banjir ini cukup besar, terutama bagi warga yang rumahnya terendam dan harus menanggung kerugian material akibat bencana tersebut.

Penyebab Banjir dan Upaya Pemulihan

Banjir di wilayah selatan Bojonegoro ini bukanlah yang pertama kali terjadi pada musim hujan tahun ini. Kondisi tersebut diduga kuat disebabkan oleh kerusakan hutan atau alih fungsi lahan yang mengganggu sistem penyerapan air tanah, memperburuk potensi banjir di daerah tersebut.

BACA JUGA :  KaBogorFest 2026 Resmi Dibuka, Bupati Bogor Ajak Masyarakat Meriahkan HJB ke-544

Menanggapi masalah ini, Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Perhutani di Jakarta untuk mencari solusi yang tepat terkait kerusakan lingkungan yang semakin memperburuk risiko bencana alam seperti banjir.

Pemulihan pasca-banjir kini tengah dilakukan oleh BPBD Bojonegoro, bersama dengan instansi terkait. Tim evakuasi terus membantu warga yang terdampak dan memberikan bantuan untuk mengatasi kerugian yang dialami.

Diharapkan, kedepannya, upaya konservasi lingkungan dan penataan tata kelola hutan dapat mengurangi potensi bencana serupa di masa mendatang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================