Kontroversi Video Willie Salim Masak 200 Kg Rendang: Niatan Baik Berujung Masalah

BOGORTODAY.COM – Konten kreator Willie Salim baru-baru ini menjadi perbincangan hangat setelah video masak 200 kilogram rendang untuk berbuka puasa di Palembang viral.

Video ini awalnya mendapat banyak perhatian positif karena niat baik Willie yang ingin membagikan hidangan untuk warga setempat.

Namun, kontroversi muncul setelah Willie Salim mengungkapkan bahwa rendang yang dimasak hilang begitu saja saat dia meninggalkan tempat untuk ke toilet selama beberapa menit.

Dalam video reels yang diunggah pada 23 Maret 2025, Willie terlihat memasak daging satu ekor sapi di depan Jembatan Ampera, dengan banyak warga yang hadir menyaksikan.

Namun, saat dia kembali dari toilet, 200 kilogram rendang tersebut sudah hilang, dan Willie mengklaim bahwa warga setempat yang mengambilnya saat masakan itu belum matang. Dia mengungkapkan kejadian tersebut dengan mengatakan, “Ini aku tinggalin sebentar ke toilet tiba-tiba hilang.”

Reaksi Protes dari Warga Palembang

Meskipun niat awalnya adalah untuk berbagi, kejadian ini malah memunculkan reaksi protes dari berbagai pihak, terutama warga Palembang.

Banyak yang merasa bahwa video tersebut merusak citra baik masyarakat Palembang, yang seolah-olah digambarkan tidak tertib dan serba kebablasan.

Beberapa orang juga menduga bahwa kejadian tersebut hanya settingan untuk menarik perhatian demi konten.

Willie Salim, yang dikenal sebagai TikToker dan YouTuber dengan lebih dari 13 juta pengikut di Instagram, sering kali mengunggah konten yang berkaitan dengan mendukung usaha kecil dan berbagi dengan masyarakat.

BACA JUGA :  Menata Asam Sari Resmi Hadir, Hadirkan Inovasi Saus Asam Jawa untuk Kuliner Indonesia

Namun, kali ini video masak rendang tersebut justru menjadi sorotan negatif. Willie dikenal karena membeli barang dagangan dari pedagang kecil dan mendukung UMKM, sehingga banyak yang terkejut melihat konten ini berakhir kontroversial.

Permohonan Maaf dari Willie Salim

Tak lama setelah perdebatan semakin panas, Willie Salim pun akhirnya mengunggah permohonan maaf di Instagram pada Minggu, 23 Maret 2025. Dalam unggahannya, dia meminta maaf kepada seluruh warga Palembang atas insiden tersebut.

“Saya mau minta maaf yang sebesar-besarnya untuk seluruh warga Palembang yang tersakiti. Gara-gara rendang viral ini banyak narasi yang tidak enak terhadap warga Palembang,” ujar Willie. Dia mengaku bahwa ini adalah kesalahannya sendiri karena kurangnya persiapan dan tidak memperhitungkan kemungkinan tersebut.

Willie juga menegaskan bahwa dia tidak merekayasa kejadian itu dan menyatakan bahwa antusiasme warga dalam menyambut hidangan adalah hal yang lebih penting bagi dirinya. “Dibayanganku, bisa kumpul dan buka bersama ribuan warga Palembang sudah lebih dari cukup,” lanjutnya.

Laporan Polisi dan Reaksi Publik

Meski sudah meminta maaf, insiden ini belum berakhir. Ryan Gumay Lawfirm, yang mewakili beberapa pihak yang merasa dirugikan, melaporkan Willie Salim ke Polda Sumsel dengan tuduhan merusak citra warga Palembang melalui konten yang dianggap kontroversial. Laporan tersebut mengarah pada potensi tindak pidana terkait Undang-Undang ITE.

Pimpinan Ryan Gumay Lawfirm, Muhammad Gustryan, menyatakan bahwa laporan tersebut didasarkan pada Pasal 28 Ayat 2 dan 3, serta Pasal 45 Ayat 1, 2, dan 3 tentang UU ITE, yang dianggap melanggar norma hukum terkait penyebaran informasi yang meresahkan masyarakat.

BACA JUGA :  Perdana, Peringatan HJB ke-544 Digelar di Citalahab Malasari

Helmi Yahya Ikut Mengkritik

Tak hanya dari pihak hukum, kritik juga datang dari Helmi Yahya, presenter senior yang merasa konten tersebut mempermalukan sebagian besar orang Palembang. Di akun media sosialnya, Helmi mengungkapkan bahwa konten masak rendang 200 kilogram tersebut telah mengorbankan citra baik Palembang hanya demi mengejar popularitas.

“Demi konten dan mengejar viewers, rela melakukan hal-hal seperti ini. Mungkin sadar atau tidak sadar konten masak rendang 200 kilogram ini sudah mempermalukan sebagian orang Palembang,” ujar Helmi Yahya. Menurutnya, hal tersebut adalah contoh buruk yang tidak pantas dilakukan oleh kreator konten, karena bisa memberikan dampak negatif bagi citra daerah.

Kejadian hilangnya 200 kilogram rendang yang dimasak Willie Salim, meski awalnya dimaksudkan untuk berbagi, akhirnya berujung pada protes dan kontroversi.

Willie, meskipun sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya, tetap harus menghadapi dampak dari unggahannya, baik dari segi hukum maupun citra publik.

Ini menjadi pelajaran penting bagi para kreator konten untuk lebih berhati-hati dalam merencanakan dan mengeksekusi ide, agar tidak merugikan pihak lain atau merusak citra positif yang telah dibangun.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================