
Prosedur tersebut dilakukan dengan membuat sayatan kecil di pangkal paha atau pembuluh darah tangan, kemudian kateter dimasukkan menuju lokasi yang dicurigai mengalami kelainan.
Menurutnya, pemeriksaan dengan DSA umumnya memerlukan waktu 30 menit hingga 1 jam dengan pasien dalam kondisi sadar dan hanya mendapatkan bius lokal di bawah pengawasan dokter.
Meski tergolong minim risiko, tindakan ini tidak disarankan bagi pasien dengan penurunan fungsi ginjal dan hipersensitivitas terhadap media kontras yang mengandung iodium.
Teknik DSA dapat membantu mengevaluasi stroke serta mencegah serangan kedua pada pasien. Selain itu, dokter menyarankan penderita stroke untuk rutin melakukan kontrol medis, menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan menghindari faktor pemicu lainnya.
Masyarakat diimbau untuk segera membawa pasien ke rumah sakit yang siap menangani stroke jika menemukan gejala stroke mendadak. Penanganan dalam golden period menjadi kunci utama untuk meningkatkan peluang pemulihan maksimal. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















