Pesta Kembang Api dan Petasan Lebaran di Pamekasan Menelan Korban Jiwa

BOGORTODAY.COM – Tradisi pesta kembang api dan petasan yang biasa digelar warga Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, saat merayakan Hari Raya Idul Fitri, berakhir tragis dengan terjadinya insiden yang merenggut nyawa seorang warga.

Korban tewas akibat terkena ledakan petasan di bagian kepala saat pesta kembang api berlangsung di Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo, pada malam Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah, Selasa (1/4/2025).

Acara yang melibatkan ribuan kembang api dan petasan berbagai jenis dan ukuran tersebut digelar untuk meramaikan suasana Lebaran. Namun, di tengah kemeriahan tersebut, sebuah ledakan besar mengakibatkan seorang penonton terkapar.

BACA JUGA :  Kemnaker Catat 23.470 Pekerja Terkena PHK hingga Mei 2026, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Korban, yang saat itu berada di tengah kerumunan, terkena ledakan petasan yang mengenai bagian kepalanya, menyebabkan cedera fatal yang akhirnya merenggut nyawanya.

Kasi Humas Polres Pamekasan, AKP Sri Sugiarto, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut. “Iya benar, ada korban meninggal dunia saat tradisi menyalakan mercon dan kembang api ini,” ujarnya dalam keterangan yang diberikan kepada media.

Menurutnya, pesta kembang api dan petasan ini memang sudah menjadi tradisi masyarakat setempat dalam merayakan Lebaran, namun kali ini berakhir dengan tragedi.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyelenggaraan acara pesta kembang api tersebut.

BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

AKP Sri Sugiarto juga menyampaikan, “Kejadiannya masih dalam penyelidikan, kami sedang mencari tahu siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini.”

Kejadian ini menjadi peringatan akan pentingnya keselamatan dalam merayakan tradisi, terutama yang melibatkan benda berbahaya seperti petasan dan kembang api.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam melaksanakan kegiatan serupa di masa mendatang, agar kejadian serupa tidak terulang dan mengancam keselamatan banyak orang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================