
Padahal, sebelumnya Dadang membenarkan bahwa ada pemotongan uang kompensasi sopir angkot sebesar Rp200 ribu.
Sementara itu, pengurus KKSU Cisarua, Nandar Tayana, juga tampil bak juru damai. Katanya, kompensasi sudah dibagikan ke sopir sesuai data. Mana datanya? Yah, percaya aja dulu.
Meski demikian, melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya @dedimulyadi71, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetap ngotot untuk menyelidiki kasus tersebut.
“Logika sederhana, Kalau ada pengembalian, itu artinya didahului oleh pengambilan. Satu kata dari saya, SELIDIKI !!!,” tegasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















