
Selain radius 13 kilometer dari puncak, masyarakat juga diminta untuk menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai yang berada di sepanjang Besuk Kobokan dan daerah sekitarnya.
Potensi bencana sekunder seperti awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar masih sangat mungkin terjadi, terutama di daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.
Petugas dan instansi terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Semeru untuk mengantisipasi potensi bahaya lebih lanjut.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap kemungkinan terburuk, mengingat bahwa aktivitas gunung berapi seperti ini dapat berubah dengan cepat.
Gunung Semeru, sebagai gunung api tertinggi di Pulau Jawa, memang terkenal dengan aktivitas vulkaniknya yang cukup tinggi. Oleh karena itu, kewaspadaan dan kesiapsiagaan sangat diperlukan bagi warga yang tinggal di sekitar area rawan bencana.
Dengan status Waspada yang masih berlaku, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diharapkan untuk selalu mengikuti arahan dari pihak berwenang dan tetap berada dalam jarak aman. Gunung Semeru tetap menjadi salah satu gunung yang patut diperhatikan secara serius dalam konteks keselamatan publik.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















