
“Mourinho merepresentasikan semua hal yang ingin dicapai klub ini—ambisi, keberanian, dan semangat pantang menyerah untuk menang. Ia tidak menerima kekalahan sebagai opsi. Mourinho bukan di sini hanya untuk melatih 90 menit pertandingan. Ia hadir untuk membangun budaya juara, dan terkadang itu berarti harus bersuara dan berdiri teguh menghadapi provokasi.”
Pekin juga menegaskan bahwa insiden dalam derbi terbaru bukan semata persaingan sepak bola. “Apa yang terjadi dalam pertandingan derbi terakhir bukan hanya rivalitas biasa. Itu adalah upaya terorganisir untuk memprovokasi bangku cadangan kami, tim kami, pemain kami, dan manajer kami,” tambahnya.
Ketegangan antara Fenerbahce dan Galatasaray sebenarnya sudah meningkat sejak Februari lalu. Saat itu, Galatasaray mengancam akan membawa Jose Mourinho ke ranah hukum karena dituduh mengeluarkan pernyataan bernuansa rasial usai hasil imbang tanpa gol.
Namun, pada Jumat lalu, Fenerbahce mengonfirmasi bahwa Kejaksaan Istanbul telah menolak pengaduan pidana yang diajukan Galatasaray terhadap pelatih asal Portugal tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















