
Ia menyebut narkotika sebagai isu global yang sangat kompleks dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.
“Kota Bogor, dengan profilnya yang kuat, sangat tepat untuk memulai langkah konkret ini. Diperlukan sinergi dari berbagai elemen, termasuk tokoh masyarakat, aparat, serta peran orang tua dan teman sebaya,” katanya.
Sementara itu, perwakilan Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bogor Kota, IPDA Subandi, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2024, jumlah barang bukti narkotika yang berhasil diamankan di Kota Bogor cukup besar.
Di antaranya, ganja sebanyak 9.417,73 gram, sabu 2.568,27 gram, tembakau sintetis 2.001,48 gram, ekstasi 343 butir, psikotropika 2.549 butir, dan obat keras terbatas (OKT) sebanyak 49.803 butir.
Rapat ini menjadi langkah awal menuju pembentukan BNN Kota Bogor. Selanjutnya akan dibentuk tim teknis untuk merancang langkah operasional dan menyusun mekanisme kerja yang efektif, sebagai upaya bersama menciptakan lingkungan Kota Bogor yang lebih sehat dan bebas dari narkoba.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















