
Ia juga menyoroti minimnya kegiatan dari kementerian dan lembaga yang berdampak langsung terhadap bisnis perhotelan.
“Mungkin ada beberapa yang baru mulai di hari ini, tapi dari Januari awal sampai minggu kemarin kita nggak terima meeting dari kementerian dan lembaga,” jelasnya.
Yuno menambahkan bahwa sektor perhotelan mengalami kerugian lebih besar dari yang diperkirakan.
“Dampak dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi, yang tadinya kita pikir cuma kehilangan 50 persen bisnis dari sisi government, nyatanya sampai saat ini itu nol,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















