Meta Disidang FTC, Dianggap Lakukan Monopoli Lewat Akuisisi Instagram dan WhatsApp

BOGORTODAY.COM – Raksasa teknologi Meta, induk perusahaan dari Facebook, Instagram, dan WhatsApp, tengah menghadapi gugatan serius dari Federal Trade Commission (FTC), lembaga anti-monopoli independen Amerika Serikat yang dikenal powerful.

Gugatan ini menyasar praktik akuisisi Meta terhadap Instagram (2012) dan WhatsApp (2014) yang dinilai sebagai langkah monopoli.

Dalam sidang yang sedang berlangsung, mantan Ketua FTC Lina Khan menyatakan bahwa akuisisi tersebut dilakukan dengan motif anti-persaingan.

Menurutnya, Facebook saat itu panik melihat pertumbuhan pesat Instagram dan WhatsApp yang dianggap sebagai ancaman.

“Facebook melihat perusahaan seperti Instagram dan WhatsApp mengalami pertumbuhan luar biasa, dan saat itulah Facebook menggunakan skema beli atau kubur—jika tidak bisa mengalahkan pesaing, Facebook akan membelinya atau memutus aksesnya,” ujar Lina Khan, dikutip dari CNBC.

FTC menuduh Meta memonopoli pasar jejaring sosial pribadi melalui dua akuisisi besar: Instagram senilai USD 1 miliar dan WhatsApp senilai USD 19 miliar.

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Meski transaksi tersebut terjadi lebih dari satu dekade lalu, FTC menegaskan bahwa tidak ada kedaluwarsa hukum untuk kasus transaksi yang dianggap ilegal.

“Tidak ada tanggal kedaluwarsa dalam hal ilegalitas transaksi tersebut,” tambah Khan. “Seluruh ekosistem jejaring sosial berubah karena Facebook diizinkan melakukan akuisisi ini.”

Meta Bantah Tuduhan Monopoli

Di sisi lain, Meta dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Perusahaan menilai bahwa pasar media sosial saat ini sangat kompetitif, dan mereka justru menghadapi tantangan besar dari platform lain seperti TikTok, YouTube, X (Twitter), iMessage, dan lainnya.

“Setiap remaja 17 tahun di dunia tahu bahwa Facebook, Instagram, dan WhatsApp bersaing ketat dengan banyak platform lain,” kata perwakilan hukum Meta dalam persidangan.

Meta juga menyentil peran regulator yang dinilai justru bisa menghambat inovasi teknologi dalam negeri.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Hadapi Timor Leste Malam Ini, Garuda Muda Incar Tiket Semifinal AFF U-19 2026

“Para regulator seharusnya mendukung inovasi Amerika, bukan mencoba memecah perusahaan-perusahaan besar Amerika yang inovatif dan justru menguntungkan China dalam isu strategis seperti AI,” ujar juru bicara Meta.

Potensi Dampak: Meta Bisa Dipaksa Jual Instagram & WhatsApp

Jika FTC memenangkan gugatan, Meta bisa dipaksa untuk menjual Instagram dan WhatsApp, memecah perusahaan teknologi raksasa itu menjadi beberapa entitas terpisah.

Gugatan ini menjadi salah satu langkah hukum paling agresif terhadap perusahaan teknologi besar dalam satu dekade terakhir.

Kasus ini juga menjadi sorotan global karena bisa menjadi preseden dalam upaya membatasi dominasi raksasa teknologi dan menjaga persaingan sehat di dunia digital.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================