BOGORTODAY.COM – Di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW, nama Nusaibah binti Ka’ab, atau yang juga dikenal dengan Ummu Umarah, menjadi salah satu sosok wanita yang patut dikenang karena keberanian, keteguhan hati, dan pengorbanannya yang luar biasa.
Dalam sejarah Islam, ia tidak hanya dikenang sebagai ibu dan istri, namun juga sebagai prajurit tangguh yang turun langsung ke medan perang demi membela Rasulullah dan agama Islam.
Pengabdian Tanpa Batas di Perang Uhud
Keberanian Nusaibah paling dikenal melalui peristiwa Perang Uhud. Awalnya, ia turun ke medan perang untuk membantu para prajurit Muslim dari belakang, memberikan air dan merawat mereka yang terluka.
Namun ketika pasukan Muslim kacau akibat sebagian pemanah mengabaikan perintah Rasulullah, Nusaibah langsung mengambil senjata dan membentuk barisan pertahanan di sekitar Nabi Muhammad SAW.
Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa tubuhnya terluka parah dengan 12 luka terbuka, dan luka di bagian leher menjadi yang paling parah. Meski begitu, ia tetap berdiri tegak melindungi Rasulullah tanpa keluh kesah.
Ketika Nabi SAW melihat luka-lukanya, beliau berdoa, “Ya Allah, jadikanlah Nusaibah dan anaknya sebagai sahabatku di surga.”
Doa itu bukan hanya menjadi penyemangat, tetapi juga bukti betapa tinggi kedudukan Nusaibah di sisi Rasulullah SAW.
Bersama Keluarga Membela Rasulullah
Nusaibah tidak sendiri di medan perang. Ia bertempur bersama suaminya, Ghaziyah bin Amru, dan dua putranya, Abdullah dan Habib bin Zaid.
Salah satu momen paling heroik terjadi ketika Rasulullah melihat Nusaibah bertarung tanpa perisai dan meminta salah satu sahabat untuk memberikannya perisai agar ia bisa melindungi diri dan Nabi dengan lebih baik.
Saat serangan pasukan berkuda Quraisy datang, Nusaibah menghadang mereka tanpa gentar. Ia bahkan berhasil menjatuhkan salah satu musuh dengan memukul kaki kudanya.
Nabi yang menyaksikan peristiwa itu memerintahkan putranya untuk membantu sang ibu, dan mereka berhasil mengalahkan musuh bersama.
Ketika putranya terluka parah, Nusaibah tetap menunjukkan keteguhan hati. Ia membalut luka anaknya dengan kain dari ikat pinggangnya lalu berkata, “Bangkit, dan serang musuh bersamaku!” Rasulullah pun memuji keberaniannya dan menyebut, “Siapa lagi yang mampu berbuat seperti ini selainmu, wahai Ummu Umarah?”
Melawan Musailamah al-Kadzab dan Kehilangan Putra Tercinta
Setelah Rasulullah SAW wafat, Nusaibah kembali menunjukkan komitmen dan keberaniannya dalam membela agama.
Saat muncul pemberontakan dari Musailamah al-Kadzab, ia meminta izin kepada Khalifah Abu Bakar untuk turut serta dalam Perang Yamamah.
Dalam pertempuran tersebut, ia mengalami penderitaan besar. Putranya, Habib bin Zaid, disiksa dan syahid secara tragis oleh Musailamah.
Namun Nusaibah tidak mundur. Bersama putranya yang lain, Abdullah, ia terus berjuang dan akhirnya turut ambil bagian dalam membunuh Musailamah, sang nabi palsu.
Nusaibah terluka parah dalam perang itu, namun tetap menjadi simbol kekuatan dan keteguhan seorang Muslimah sejati.
Julukan Singa Merah: Lambang Keberanian dan Darah Perjuangan
Dalam buku Ummi: Sang Ratu Bidadari Surga, disebutkan bahwa Nusaibah binti Ka’ab mendapat julukan “Singa Merah” (Hamraul Asad).
Gelar ini mencerminkan keberaniannya yang luar biasa di medan perang serta keberanian yang ia tunjukkan meski tubuhnya berlumuran darah.
Singa menggambarkan kegagahan, kekuatan, dan kepemimpinan; sedangkan warna merah melambangkan darah perjuangan, simbol dari pengorbanan dan keikhlasan yang ia berikan demi agama Allah SWT.
Warisan Teladan untuk Umat Islam
Kisah hidup Nusaibah binti Ka’ab adalah teladan abadi bagi setiap Muslim, khususnya perempuan. Ia menunjukkan bahwa keberanian, loyalitas, dan pengorbanan bukanlah milik satu gender semata.
Keimanannya tidak hanya tercermin dalam kata-kata, tapi juga melalui aksi nyata di medan yang penuh risiko.
Di tengah dunia yang terus berubah, semangat Nusaibah binti Ka’ab tetap relevan — mengajarkan umat Islam tentang pentingnya berdiri tegak membela kebenaran dan menjadikan perjuangan sebagai bagian dari ibadah.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















