Fenomena Akiya di Jepang: Rumah Kosong Dijual Murah hingga Gratis, Tapi Ada Tantangannya

Fenomena Akiya di Jepang: Rumah Kosong Dijual Murah hingga Gratis, Tapi Ada Tantangannya

BOGORTODAY.COM Jepang kini tengah menghadapi fenomena unik yang semakin mencuri perhatian dunia, yakni akiya, sebutan untuk rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemiliknya.

Rumah-rumah ini banyak ditemukan di pedesaan dan bahkan ada yang ditawarkan dengan harga sangat murah, atau bahkan gratis, bagi siapa saja yang bersedia menempatinya. Namun, di balik harga murah tersebut, terdapat tantangan besar yang harus dihadapi.

Fenomena akiya menjadi perhatian serius pemerintah Jepang karena jumlah rumah kosong terus meningkat seiring menurunnya populasi dan urbanisasi.

Kaum muda Jepang cenderung meninggalkan kampung halaman dan pindah ke kota-kota besar untuk bekerja, meninggalkan rumah-rumah keluarga yang tidak lagi berpenghuni.

BACA JUGA :  Rekomendasi Primer untuk Kulit Berminyak agar Makeup Tahan Lama dan Tidak Mudah Luntur

Satu dari Lima Rumah Kosong di Kota Uda

Contoh nyata terjadi di Kota Uda, Prefektur Nara. Yoshiji Misaki, pemimpin komunitas sekaligus Ketua Dewan Kota Desain Udano, melakukan survei dan menemukan bahwa hampir satu dari lima rumah di Uda dalam kondisi kosong. Ia mencatat bahwa populasi Uda telah menyusut hingga setengahnya dalam 60 tahun terakhir.

“Sebagian besar rumah akiya ini terlalu tua atau rusak parah. Banyak pula yang berubah menjadi tempat pembuangan sampah karena tak kunjung menemukan pembeli,” ungkap Misaki.

Beberapa pakar bahkan memprediksi bahwa jumlah akiya di Jepang akan mencapai lebih dari 23 juta unit pada tahun 2038, atau sekitar satu dari tiga rumah.

BACA JUGA :  4 Cara Simpel Membersihkan Minyak Goreng Bekas agar Tetap Jernih dan Aman Dipakai Lagi

Upaya Pemerintah Mencegah Ledakan Akiya

Menanggapi situasi ini, pemerintah lokal mulai mengambil tindakan. Takahito Suzuki, Kepala Promosi Kebijakan Kota Uda, menyebutkan bahwa pemerintah tengah menyeleksi akiya mana yang masih layak direnovasi, dan mana yang harus dihancurkan karena berisiko roboh.

Kota Uda menawarkan hibah hingga 2 juta yen (sekitar Rp 263 juta) bagi warga yang ingin merenovasi rumah kosong sebagai bagian dari program peremajaan kota.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================