
Banyak warga Palestina dilaporkan masih terperangkap di bawah reruntuhan, sementara tim penyelamat kesulitan mencapai mereka karena pemboman yang terus berlangsung.
Serangan-serangan ini terjadi setelah gencatan senjata pada Januari berakhir pada 18 Maret. Sejak itu, lebih dari 1.600 warga Palestina dilaporkan tewas, dan ratusan ribu lainnya mengungsi akibat serangan Israel yang berlanjut di Gaza. Israel juga telah memblokade semua pasokan barang, termasuk bahan bakar dan listrik, yang memasuki Gaza sejak awal Maret.
Di tingkat internasional, menteri luar negeri Jerman, Prancis, dan Inggris bersama-sama meminta Israel untuk mematuhi hukum internasional dan memungkinkan masuknya bantuan kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza.
Mereka juga mendesak gencatan senjata kembali diberlakukan dan para sandera yang masih ditahan oleh Hamas untuk dibebaskan.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Israel, Oren Marmorstein, menanggapi pernyataan ini dengan menegaskan bahwa tidak ada kekurangan bantuan di Gaza, sebuah klaim yang bertentangan dengan kesaksian dari dokter dan warga sipil yang melaporkan kekurangan besar dalam persediaan medis dan pangan.
Serangan ini menambah ketegangan di kawasan yang telah lama dilanda konflik, dan dunia internasional semakin menyoroti krisis kemanusiaan yang terjadi di Gaza.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















