
Patung tersebut kini menjadi daya tarik baru bagi masyarakat. Banyak warga yang menjadikannya sebagai spot foto selfie atau sekadar berhenti untuk mengabadikan momen. Tidak hanya mencuri perhatian karena ukurannya, tapi juga karena detailnya yang menyerupai biawak sungguhan.
Menariknya, pemilihan biawak sebagai objek patung bukan tanpa alasan. Menurut Arianto, satwa ini masih banyak ditemukan di wilayah Wonosobo, sehingga dirasa relevan untuk dijadikan simbol lokal.
Ini merupakan karya ketiga Arianto dalam bentuk patung. Sebelumnya, ia pernah membuat patung Ganesha untuk sebuah kafe dan homestay, serta patung kuda.
Meski viral dan menjadi perbincangan hangat di dunia maya, Arianto menyikapinya dengan rendah hati.
“Kalau masyarakat senang, saya ikut senang. Kalau kecewa, saya juga kecewa. Tapi sejauh ini banyak sambutan dan dukungan positif,” ungkapnya.
Kini, patung biawak itu tak hanya menjadi ikon baru Wonosobo, tetapi juga bukti bahwa seniman lokal mampu menciptakan karya monumental yang tak kalah dari seniman kota besar.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















