Konfercab NU XII Kabupaten Bogor: Menuju Kemandirian Jam’iyyah dan Penguatan Kaderisasi

“Saya harap Kabupaten Bogor ini menjadi benteng penopang kawasan Jakarta, karena di Jakarta sudah susah menggelar dzikir dan tahlil,” lanjutnya.

Lebih jauh, Miftah menegaskan bahwa NU harus tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. “NU itu selalu ummul qitab. Kalau itu tidak dipegang, NU hanya akan tinggal nama,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menegaskan pentingnya kesiapan total dari setiap pengurus yang terpilih.

BACA JUGA :  Bupati Cup 2026 Meriahkan HJB ke-544, 196 Peserta Adu Skill Biliar di Kabupaten Bogor

“Pengurus NU hari ini tidak bisa hanya numpang nama. Harus siap tenaga, waktu, dan pikiran,” ujarnya.

Juhadi juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), mengingat saat ini Jawa Barat telah memiliki hampir 14 ribu kader dari 90 angkatan.

BACA JUGA :  Data Janda Kabupaten Bogor Masih Misteri, Permohonan Wartawan Tak Kunjung Dijawab

“Kalau tidak ada kaderisasi, NU akan rapuh. Untuk pengurus ke depan, maksimalkan PD-PKPNU,” tegasnya.

Konfercab NU XII ini menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali peran NU sebagai penjaga moral, sosial, dan spiritual masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================