
“Saya harap Kabupaten Bogor ini menjadi benteng penopang kawasan Jakarta, karena di Jakarta sudah susah menggelar dzikir dan tahlil,” lanjutnya.
Lebih jauh, Miftah menegaskan bahwa NU harus tetap menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai fondasi utama. “NU itu selalu ummul qitab. Kalau itu tidak dipegang, NU hanya akan tinggal nama,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat, KH Juhadi Muhammad, menegaskan pentingnya kesiapan total dari setiap pengurus yang terpilih.
“Pengurus NU hari ini tidak bisa hanya numpang nama. Harus siap tenaga, waktu, dan pikiran,” ujarnya.
Juhadi juga menekankan pentingnya penguatan kaderisasi melalui Pendidikan Dasar dan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU), mengingat saat ini Jawa Barat telah memiliki hampir 14 ribu kader dari 90 angkatan.
“Kalau tidak ada kaderisasi, NU akan rapuh. Untuk pengurus ke depan, maksimalkan PD-PKPNU,” tegasnya.
Konfercab NU XII ini menjadi momentum penting dalam menegaskan kembali peran NU sebagai penjaga moral, sosial, dan spiritual masyarakat, serta memperkuat struktur organisasi agar mampu menjawab tantangan zaman.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















