
BOGORTODAY.COM – Sebuah rumah di Dusun Kauman, Desa/Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dilalap si jago merah pada Minggu pagi (27/4/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.
Kebakaran diduga dipicu oleh aksi anak kecil yang bermain korek api di dekat tumpukan kayu di belakang rumah.
Kapolsek Cawas, AKP Umar Mustofa, mengungkapkan bahwa api membakar bagian atap yang terbuat dari kayu, serta menghanguskan sejumlah barang di dalam rumah seperti tempat tidur, televisi, dan lemari. Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp 30 juta.
“Kronologinya, korban sedang berada di dalam rumah bersama putrinya, lalu mendengar suara ‘platek-pletek’ seperti kayu terbakar dari arah belakang rumah. Saat dicek, ternyata tumpukan kayu sudah terbakar dan api sudah merambat ke atap,” jelas Umar.
Korban langsung berteriak meminta tolong dan berusaha memadamkan api dengan air, dibantu oleh warga sekitar. Sebagian warga lainnya segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Cawas dan menghubungi tim pemadam kebakaran.
Menurut keterangan korban, anak laki-lakinya yang berusia 4 tahun sebelumnya terlihat membawa korek api gas dan menyalakannya bersama temannya di area belakang rumah, dekat tumpukan kayu. Anak tersebut memang diketahui sering bermain korek api.
“Dugaan awal api berasal dari tumpukan kayu yang terbakar akibat korek api yang dimainkan putranya. Namun, penyelidikan masih berlangsung, dan anggota kami masih menggali keterangan dari korban dan keluarga,” tambah Umar.
AKP Umar juga mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, apalagi di musim kemarau. Ia mengingatkan agar tidak membakar sampah sembarangan dan selalu mengawasi anak-anak agar tidak bermain api.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman Satpol-PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klaten, Sumino, menyampaikan bahwa pemadaman berhasil diselesaikan sekitar pukul 11.30 WIB. Luas area yang terbakar mencapai sekitar 3×5 meter.
“Pemadaman melibatkan dua unit mobil damkar dari Regu 3, dibantu oleh TNI, Polri, Redkar, relawan Klaten Selatan, TRC BPBD, Jogoboyo Trucuk, relawan Cawas, dan warga sekitar,” ujar Sumino.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kejadian tersebut menjadi peringatan keras akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, serta bahaya api di musim kemarau.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















