BOGORTODAY.COM – Kota Bogor tengah menghadapi krisis kekurangan guru. Saat ini, setidaknya dibutuhkan sekitar 1.200 tenaga pendidik tambahan untuk memenuhi kebutuhan proses belajar mengajar secara efektif di wilayah tersebut.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa krisis guru tidak hanya terjadi di Kota Bogor, tetapi juga melanda berbagai daerah di Indonesia.
“Kekurangan guru itu terjadinya bukan hanya di Bogor saja, tapi hampir seluruh Indonesia,” ujar Dedie, Selasa (29/4/2025).
Dedie menjelaskan, salah satu penyebab utama kekurangan guru adalah tingginya jumlah pensiun yang tidak diimbangi dengan pengangkatan guru baru. Menurutnya, setiap tahun ada sekitar 240 guru di Kota Bogor yang memasuki masa pensiun.
“Kemudian ada enggak guru penggantinya, ada, cuma dari CPNS jumlahnya enggak banyak. Enggak sebanyak yang pensiun,” jelas Dedie.
Selain itu, keterbatasan dalam pengangkatan guru honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) juga memperparah kondisi tersebut. Dedie menyebutkan, pada tahun ini hanya 81 guru honorer yang diangkat menjadi PPPK.
“Tahun ini kita terima PPPK-nya 81, tapi statusnya dari honorer sebagai PPPK, jadi bukan menambah guru,” pungkasnya. ***
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















