
“Kami di daerah hanya mengikuti kebijakan pusat, karena seluruh pelaksanaan seleksi sepenuhnya ditangani oleh BKN,” jelas Pongky.
Di Tulungagung, jumlah peserta mencapai 2.740 orang, yang semula dijadwalkan mengikuti ujian di Madiun pada 1–3 Mei 2025.
Peserta Keluhkan Penundaan Mendadak
Penundaan mendadak ini membuat peserta merasa kecewa dan kebingungan, salah satunya Laili, peserta asal Tulungagung yang mengaku sudah memesan tiket kereta api dan penginapan.
“Saya sudah pesan tiket kereta dan penginapan, eh ternyata ditunda. Ini saya mau mengajukan refund tiket,” ungkap Laili.
Ia menambahkan, banyak peserta lainnya mengalami hal serupa karena persiapan sudah dilakukan maksimal sejak jauh hari.
“Persiapan sudah maksimal, karena waktunya tinggal beberapa hari lagi. Tapi mau bagaimana lagi, semoga jadwal penggantinya bisa segera ditetapkan,” tambahnya.
Penundaan seleksi PPPK Tahap II ini menunjukkan pentingnya kesiapan teknis dan koordinasi yang matang dalam pelaksanaan rekrutmen nasional.
Meski dimaklumi sebagai upaya menjaga kualitas pelaksanaan ujian, kebijakan mendadak seperti ini dapat mempengaruhi kesiapan dan psikologis para peserta.
BKN belum mengumumkan jadwal pengganti secara resmi. Para peserta diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari kanal resmi BKN dan instansi daerah masing-masing.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














