
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 30,3 mm dan durasi 45 detik,” jelas Teguh.
Sepanjang hari Minggu, tercatat dua kali letusan dari Gunung Marapi. Letusan pertama terjadi pada pukul 13.31 WIB, namun tidak teramati secara visual karena gunung tertutup awan tebal. Meski begitu, seismogram mencatat amplitudo maksimum 30,7 mm dengan durasi 44 detik.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat sekitar untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas di radius bahaya yang ditetapkan.
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api aktif di Sumatera Barat dan kerap mengalami erupsi secara berkala.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















