
“PUPR akan bersilaturahmi dan mengirimkan surat resmi ke Gubernur. Kami juga akan menyerahkan Detail Engineering Design (DED) yang sudah kami buat ke Dinas BMPR agar direview dan ditindaklanjuti,” ujar Rudy.
Lebih jauh, Rudy menekankan pentingnya proyek ini bukan hanya dari sisi konektivitas, melainkan juga menyangkut keselamatan masyarakat. Titik perlintasan di Kebon Pedes kini menjadi simpul kemacetan dan rawan kecelakaan karena tingginya frekuensi kereta Commuter Line Jabodetabek yang melintas setiap 3–4 menit sekali.
“Di jam sibuk, titik tersebut menjadi langganan macet panjang. Kami juga mempertimbangkan keselamatan warga karena di JPL itu sering kali terjadi kecelakaan akibat arus lalu lintas yang padat dan perilaku pengendara yang tidak disiplin,” jelas Rudy.
Pemkot Bogor juga akan memperkuat komunikasi dengan Pimpinan serta Anggota DPRD Jawa Barat untuk memastikan dukungan politik terhadap keberlanjutan proyek ini. Sebab, meskipun secara administratif proyek ini sudah dialihkan, pemangku kepentingan di Kota Bogor tetap berkepentingan dengan hasil akhirnya.
“Ini bukan sekadar soal pembangunan fisik. Underpass Kebon Pedes adalah kebutuhan mendesak warga yang setiap hari terjebak di titik ini. Kami akan terus kawal agar proyek ini benar-benar terealisasi,” tegas Rudy.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














