
Di sisi lain, produsen minyak serpih AS, Diamondback Energy, baru-baru ini mengurangi proyeksi produksinya untuk tahun 2025.
Hal ini disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global dan dampak dari peningkatan pasokan yang terjadi akibat kebijakan OPEC+. Mereka menyatakan bahwa situasi ini telah membuat produksi minyak AS mencapai titik kritis.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga mengomentari kebijakan tarif, pemotongan pajak, dan deregulasi yang diterapkan oleh Presiden Donald Trump, yang diharapkan dapat mendorong investasi jangka panjang dalam ekonomi AS.
Meskipun ada ketidakpastian terkait tarif perdagangan, Bessent yakin pasar keuangan AS akan mampu bertahan dari gejolak ekonomi jangka pendek.
Kebijakan Suku Bunga The Federal Reserve
Selain itu, keputusan The Federal Reserve AS mengenai suku bunga acuan juga menjadi perhatian para pelaku pasar.
Diharapkan bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga acuan dalam pengumuman yang dijadwalkan pada Rabu (7/5).
Keputusan ini akan mempengaruhi dinamika ekonomi global, khususnya terkait dengan inflasi dan permintaan energi.
Harga minyak mentah dunia mengalami stabilisasi setelah penurunan tajam yang disebabkan oleh kebijakan OPEC+ terkait peningkatan produksi.
Namun, ketidakpastian ekonomi global, termasuk kebijakan tarif perdagangan AS dan kebijakan moneter The Federal Reserve, masih memberikan tantangan bagi pasar minyak global.
Untuk saat ini, pengaruh keputusan OPEC+ dan faktor-faktor ekonomi lainnya akan terus mempengaruhi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















