
“Masjid Agung ini akan terkoneksi langsung dengan area parkir Stadion Pakansari dan dirancang dengan konsep underpass agar tidak mengganggu lalu lintas,” jelas Sekda.
Dari sisi regulasi dan pendanaan, Sekda Kabupaten Bogor menyatakan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan dengan Kementerian Agama, DPR RI, dan pemerintah pusat.
“Karena ini mimpi besar, kami harus menggandeng semua pihak untuk mewujudkannya,” bebernya.
Ajat menegaskan bahwa pembangunan pusat pelayanan ini bukan hanya proyek fisik, melainkan bagian dari pembinaan jemaah haji dan umrah secara menyeluruh.
“Kami ingin jemaah yang masih menunggu tetap terlayani, baik secara spiritual, mental, maupun pengetahuan. Maka dari itu, pusat pelayanan ini juga akan menjadi pusat edukasi dan pembinaan ibadah,” tegasnya.
Dengan komitmen kuat dan dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi, Kabupaten Bogor menargetkan menjadi percontohan pengelolaan pelayanan haji dan umrah yang terintegrasi, modern, dan berkelanjutan di Indonesia.
Semoga langkah besar ini, Pemkab Bogor tak hanya ingin menjadi embarkasi haji baru di Indonesia.
“Tapi juga menjadi pionir pelayanan haji dan umroh yang holistik, modern, dan terintegrasi untuk seluruh warganya. (* / Gistin Iliyyin)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















