Pemerintah Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 18 Persen di 2025, Soroti Risiko Pernikahan Dini

Pemerintah Targetkan Angka Stunting Turun Jadi 18 Persen di 2025, Soroti Risiko Pernikahan Dini

BOGORTODAY.COM Pemerintah terus memperkuat langkah dalam menurunkan angka stunting di Indonesia, yang hingga 2023 masih berada di angka 21,5 persen. Melalui berbagai program nasional dan edukasi masyarakat, target ambisius pun ditetapkan.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga), Wihaji, menegaskan bahwa angka stunting ditargetkan turun menjadi 18 persen pada 2025 dan 14,5 persen pada 2029.

“Target ini sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN). Harapannya tren penurunan terus berlanjut,” ujar Wihaji dalam acara detikSore on Location di Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (5/5/2025).

BACA JUGA :  Pengemudi Microsleep, Toyota Fortuner Terguling di KM 30 Jagorawi

Pernikahan Dini Jadi Penyumbang Terbesar Stunting

Dalam kesempatan tersebut, Wihaji juga menyoroti pernikahan dini sebagai faktor risiko terbesar dalam kasus stunting anak di Indonesia.

Ia menyebut bahwa sekalipun anak diberi asupan gizi yang baik, pernikahan dini tetap meningkatkan potensi stunting secara signifikan.

BACA JUGA :  Studi Ungkap Diet Intermittent Tak Hanya Turunkan Berat Badan, tetapi Juga Mempengaruhi Fungsi Otak

“Menurut dokter, potensi stunting pada anak dari pernikahan dini mencapai 99,9 persen. Ini karena kematangan sel telur belum optimal,” jelas Wihaji.

Ia menjelaskan bahwa pada usia remaja, organ reproduksi perempuan belum cukup matang untuk menjalani kehamilan secara sehat.

Hal ini berpengaruh langsung terhadap pertumbuhan janin dan risiko gangguan kesehatan anak sejak lahir.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================