
Untuk menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan melalui pemeriksaan kehamilan secara rutin dan deteksi dini kegawatdaruratan.
“Kami mengoptimalkan peran fasilitas kesehatan agar tanda-tanda kegawatdaruratan pada ibu dan bayi baru lahir dapat terdeteksi sejak dini,” ujarnya.
Fusia menambahkan, saat ini sudah ada sekitar 100 rumah di Kabupaten Bogor yang dilengkapi alat Ultrasonografi (USG) guna mendeteksi tanda-tanda kehamilan dan potensi risiko.
“Hampir 100 rumah di Kabupaten Bogor sudah memiliki USG, sehingga bisa membantu mendeteksi lebih awal tanda-tanda kegawatdaruratan,” tutupnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














