Mencari Jalan Tengah Program KDM Bagi Anak-Anak Yang Susah Diatur

Sebaliknya, jika program ini dirancang dengan pendekatan holistik; melibatkan psikolog, pendidik, tokoh agama, dan pekerja sosial; maka program ini bisa menjadi harapan baru.

Anak-anak ini bukan sekadar “pembangkang,” melainkan korban dari sistem yang tak lagi sanggup menjawab tantangan zaman: keluarga yang terpecah, pendidikan yang kaku, lingkungan yang abai, dan media yang bebas nilai.

BACA JUGA :  Motor Listrik MBG Era Dadan Terbengkalai di Bogor, Ini Kata Kajari

Kita butuh ruang-ruang pembinaan yang penuh empati namun tetap tegas. Kita butuh figur yang bisa menjadi teladan dan bukan sekadar penguasa.  Kita butuh program yang tak hanya membentuk perilaku, tapi juga menghidupkan harapan.

Maka dari itu, program Gubernur Jawa Barat ini sepatutnya tidak dilihat semata sebagai intervensi, melainkan sebagai alarm sosial bahwa kita semua, sebagai orangtua, guru, masyarakat, dan pemimpin, telah lalai menciptakan ruang tumbuh yang sehat bagi anak-anak kita.

BACA JUGA :  Wakil Bupati Bogor Tepis Tudingan Intervensi Proses SHGB PT BSS

Kini, tanggung jawab itu tak bisa lagi hanya dipikul oleh sekolah dan keluarga. Negara harus hadir bukan untuk menghukum, tapi untuk menyembuhkan.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================