
“Merupakan sebuah kehormatan bagi kami Bogor Today dikunjungi adik – adik mahasiswa dari salah satu kampus ternama di Bogor. Dan sebagai salah satu pemilik sekaligus pegiat media massa, tentunya saya bangga, media massa masih menjadi rujukan sumber informasi ditengah menjamurnya informasi di media sosial,” kata Kang Chamonk.
Dihadapan empat mahasiswa Universitas Pakuan yakni, Mutiara Nauli Hutagalung, Farelia Avanti Jovanka, Alia Zahra dan Fais Maulana Putra dirinya bercerita, bahwa hari ini nasib media sedang di ujung tanduk.
Banyak media – media besar ternama di Republik ini mulai tumbang satu – persatu dengan melakukan perampingan ditubuh management maupun redaksi. Banyak wartawan media nasional yang dirumahkan akibat minimnya income ke perusahaan.
“Untuk media lokal, jika tidak melakukan kerjasama dengan pemerintah mungkin tidak akan bertahan lama, karena pihak swasta lebih memilih beriklan di media sosial,” katanya.
Kendati demikian, masih ada beberapa media besar yang dianggap masih relevan oleh pihak swasta untuk beriklan di koran atau di media massa.
Untuk itu, Chamonk menambahkan, alangkah bijaknya jika pemerintah terus menggunakan media massa sebagai sarana informasi untuk mengedukasi masyarakat.
“Karena masyarakat kebingungan dengan suguhan informasi yang berseliweran di media sosial yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Apalagi yang berkaitan dengan program-program yang bersentuhan langsung dengan msayarakat, pemerintah harus hadir, gunakan sarana informasi media massa yang jelas memiliki payung hukum,” pungkasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















