Viral! Guru di Merangin Jambi Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Rusak Demi Siswa

Viral! Guru di Merangin Jambi Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Rusak Demi Siswa

BOGORTODAY.COM – Sebuah video yang memperlihatkan aksi sejumlah guru SD menyeberangi jembatan gantung rusak di Desa Limbur Merangin, Kecamatan Pamenang Barat, Kabupaten Merangin, Jambi, viral di media sosial.

Para guru ini rela mempertaruhkan nyawa demi bisa sampai ke sekolah tempat mereka mengajar dan mengawasi ujian para siswa.

Jembatan gantung sepanjang 142 meter dengan lebar satu meter itu merupakan akses utama warga setempat, termasuk guru dan pelajar.

Kini kondisinya memprihatinkan: kabel baja putus, lantai berlubang, dan struktur yang keropos akibat usia bangunan yang sudah lebih dari 15 tahun. Mirisnya, sejak dibangun pada tahun 2006, belum ada perbaikan besar, meski kerusakan mulai terjadi bertahun-tahun lalu.

Dalam video yang beredar, tampak para guru berjalan di atas tali baja yang tersisa, dengan derasnya arus sungai di bawah mereka.

BACA JUGA :  Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Indocement Tanam Pohon Endemi Lokal di Citeureup

Momen mendebarkan itu terjadi saat para guru tetap memaksa menyeberangi jembatan demi membawa lembar soal ujian bagi siswa-siswi mereka.

“Memang jembatan itu dalam proses perbaikan, tapi karena hari itu kebetulan saya yang memegang lembar soal ujian anak-anak, kami dari guru-guru yang ada kemarin itu memberanikan diri untuk menyeberangi,” ujar Risma, salah satu guru SD di lokasi kejadian.

Kepala Desa Limbur Merangin, Sargawi, menjelaskan bahwa saat insiden tersebut terjadi, jembatan tengah dalam tahap perbaikan menggunakan dana desa. Namun, para pekerja yang seharusnya melanjutkan perbaikan belum tiba di lokasi.

BACA JUGA :  Inggris Tantang Kroasia di Piala Dunia 2026, Adu Generasi Muda dan Pengalaman Jadi Sorotan

“Rusak dari satu bulan yang lalu karena terlalu banyak yang lewat. Dibangun dari 2006. Sedikit demi sedikit mana yang rusak kami perbaiki,” kata Sargawi.

Kondisi ini menjadi sorotan publik dan media, memunculkan desakan agar pemerintah segera turun tangan memperbaiki akses vital tersebut.

Jembatan gantung ini tak hanya penting bagi aktivitas pendidikan, tapi juga merupakan jalur ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat desa.

Banyak pihak berharap pemerintah daerah maupun pusat segera mengambil langkah konkret, sehingga tidak ada lagi warga yang harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menjalani rutinitas penting seperti mengajar, belajar, atau berdagang.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================