
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, MARS, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Mengingat, IIDI memiliki peran strategis dalam membangun kesehatan di Kota Bogor.
“IIDI tidak hanya sekedar organisasi yang menopang dan membantu peran suami. Namun IIDI memiliki peran yang lebih jauh termasuk edukasi kesehatan dan pemberdayaan perempuan. Ada 1000 posyandu di 68 kelurahan di Kota Bogor. Dan saya berharap, seluruh stakeholder terkait bisa menyentuh kesana,” tambahnya.
dr. Retno juga mengingatkan tentang amanat Presiden Prabowo yang menekankan tiga program percepatan (Quick Win) di bidang kesehatan, yakni skrining kesehatan, menekan angka kematian ibu dan bayi serta stunting. Dan terakhir penanganan tuberkulosis.
dr. Retno melanjutkan, bila angka kematian pada ibu dan bayi di Kota Bogor masih cukup tinggi. Pada tahun 2024 ada 15 kematian pada ibu yang melahirkan dan 127 kematian pada bayi.
“Kami tidak ingin ada ibu dan bayi yang meninggal saat melahirkan. Melahirkan harus difasilitasi kesehatan, bukan di paraji. Dan kami berharap IIDI juga bisa berperan menekan angka ini,” tegasnya.
Dalam pelantikan tersebut, hadir juga Ketua Umum PB IIDI, Usanti Sindia A. Permana dan Ketua POW Kota Bogor, dr. Hj. Dian Pitaningdyah, M.Si, M.Pd. keduanya menyampaikan harapan agar IIDI Kota Bogor dapat berkolaborasi dengan seluruh stakeholders terkait dalam mendukung program percepatan pembangunan kesehatan yang bertujuan untuk mempercepat peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















