
Alat tersebut rencananya akan mulai digunakan esok hari untuk membantu proses evakuasi yang lebih efektif.
Namun demikian, kewaspadaan tetap menjadi prioritas utama. Sekitar pukul 14.30 WIB, tim SAR sempat menghentikan sementara kegiatan pencarian karena terjadi pergerakan tanah di sekitar lokasi longsor.
Hal ini memaksa tim untuk memperketat prosedur keselamatan guna menghindari risiko tambahan bagi petugas.
“Kita harus ekstra hati-hati saat melakukan operasi pencarian besok,” tegas Ridwan.
Untuk mendukung proses evakuasi, selain alat berat, tim juga merencanakan penggunaan alkon (alat semprot air) jika ketersediaan air di lokasi mencukupi.
Bencana tanah longsor ini terjadi di RT 16, RW 7, Dusun Kebonagung, Desa Depok. Sebanyak 10 rumah terdampak, dengan tiga rumah tertimbun total. Hingga kini, enam orang warga masih dinyatakan hilang:
- Mesinem (90)
- Nitin (36)
- Tulus (65)
- Yatini (50)
- Yatiem (70)
- Torik (2)
Pihak berwenang bersama tim SAR gabungan dari BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat terus bekerja keras dalam upaya pencarian, meskipun medan dan cuaca menjadi tantangan berat.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















