
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, Sri Nowo Retno, menjelaskan bahwa Kota Bogor telah memenuhi syarat utama penilaian kota sehat, yaitu 100 persen Open Defecation Free (ODF) dan kembali mengikuti penilaian ini setelah dua tahun karena perubahan indikator.
“Penilaian kota sehat sebelumnya tidak dapat kami ikuti karena adanya perubahan indikator, salah satunya syarat ODF 100 persen. Tapi sejak tahun lalu Kota Bogor telah memenuhi syarat tersebut dan kini kami siap untuk kembali bersaing di tingkat nasional,” ujar Retno.
Di sisi lain, Ketua Forum Kota Sehat Kota Bogor, Deni Mulyana menjelaskan bahwa tahapan penilaian tengah berlangsung di tingkat provinsi hingga akhir Mei 2025, dan hasilnya akan menentukan apakah Kota Bogor layak diverifikasi pusat.
Ia menjelaskan, bahwa Forum Kota Sehat Kota Bogor telah melakukan entry data seluruh indikator melalui sistem yang disediakan provinsi.
Ia juga optimistis Kota Bogor siap mencapai Wistara, predikat tertinggi dalam program ini.
“Target kita adalah Wistara, sesuai dengan amanat dalam RPJMD 2025. Itu artinya dari 136 indikator, 91 persen harus tercapai. Kami optimistis karena Kota Bogor sudah ODF 100 persen dan semua pihak telah berkomitmen,” ujar Deni.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















