BOGORTODAY.COM – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan kerja (kunker) spesifik ke Kota Bogor, pada Kamis (22/5/2025).
Kunker spesifik yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II, Aria Bima, beserta pimpinan dan anggota Komisi II diterima langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim di Ruang Paseban Sri Bima, Balai Kota Bogor.
Dedie Rachim mengatakan, dalam kunjungan kerja spesifik soal pertanahan ini, pihaknya menyampaikan beberapa permasalahan yang ada di Kota Bogor.
Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memiliki aset 4.000 bidang tanah. Dari jumlah tersebut 1.400 sudah bersertifikat dan 2.600 lainnya masih berproses, karena sebagian besar berupa jalan lingkungan ataupun jalan-jalan yang ada di Kota Bogor.
“Saat ini kami sedang meminta bantuan dari ATR/BPN untuk bisa bersama-sama mengakselerasi peningkatan status jalan dan juga lahan-lahan PSU dari pengembang yang sedang kami proses agar tercatat resmi dan bersertifikat yang jumlahnya cukup besar,” katanya.
Selain itu, permasalahan lainnya adalah adanya permohonan bidang tanah dari masyarakat untuk bisa memiliki tanah tersebut. Namun karena proses adminstrasi dan terbentur oleh regulasi, sehingga proses penyelesaiannya terhambat.
Selanjutnya, terkait adanya lahan bangunan ibadah yang juga belum memiliki sertifikat sehingga perlu dilakukan percepatan sertifikasi.
“Sehingga kami akan membentuk semacam satgas percepatan untuk penanganan pengusulan lahan, kemudian untuk lahan wakaf sarana peribadatan, jadi dengan lahan dipercepat proses penyertifikatannya, ya tentu bagi para pengelola ini memiliki kepastian hukum dan jika alas haknya jelas maka bisa mengajukan berbagai bantuan sarpras dan sebagainya,” ujar Dedie Rachim.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















