
Setelah sadar dari koma, tak satu pun orang di sekitarnya mengaku pernah membisikkan syahadat tersebut di telinganya.
“Di satu sisi tenang, di satu sisi merasa, ‘Masa sih waktunya?’ Aku masih mau bahagiain orang tua,” tambahnya.
Microsleep dan Pelajaran Berharga
Dylan mengakui bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi tubuhnya yang kelelahan dan mengalami microsleep saat mengemudi. Sejak kejadian itu, ia menjadi jauh lebih waspada dan berhati-hati setiap kali berkendara.
“Kalau bawa kendaraan, concern kalau capek, ngantuk, kalau bisa istirahat di rest area. Aku saat itu microsleep,” kenangnya.
Tanggung Jawab Sebagai Anak Tunggal
Kini, setelah berhasil bangkit dari masa kelam itu, Dylan Carr semakin fokus menjalani hidup dengan tanggung jawab besar di pundaknya.
Sebagai anak tunggal dan satu-satunya harapan keluarga, ia merasa harus menjadi tulang punggung untuk orang tuanya yang sudah lanjut usia.
“Karena aku anak satu-satunya, bokap udah pensiun, nyokap ada di rumah. Sekarang bokap 80 tahun, nyokap sudah 50 tahun. Kalau bukan aku yang banting tulang, siapa lagi,” tutup Dylan penuh tekad.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















