
BOGORTODAY.COM – Aktor muda Dylan Carr mengungkap kembali kisah tragis yang nyaris merenggut nyawanya dalam sebuah kecelakaan hebat di Tol JORR pada 31 Oktober 2019.
Insiden tersebut terjadi di Kilometer 36 arah Cikunir, Bekasi, Jawa Barat, ketika mobil yang dikendarainya menabrak bagian belakang sebuah truk besar.
Dampaknya tidak main-main. Bagian depan mobil Dylan tersangkut parah di belakang truk, dan ia mengalami luka serius di bagian kepala hingga sempat koma.
Dalam sebuah wawancara emosional di program Rumpi: No Secret Trans TV, yang tayang Minggu (25/5/2025), Dylan mengungkapkan bahwa dirinya harus menjalani operasi besar hingga dipasangi pelat di jidat akibat tulangnya yang hancur.
“Di jidat ini pasang pelat, waktu kecelakaan tabrak truk hancur di sini. Tulang-tulangnya diambil, ini dikasih pelat,” ungkap Dylan sambil menunjuk bagian kepalanya.
Beruntung, setelah lebih dari setahun menjalani proses pemulihan, tulang di bagian jidat Dylan mulai tumbuh kembali dan menyatu.
Hal ini membuat tim medis akhirnya bisa melepas pelat yang sebelumnya ditanamkan di kepalanya.
Kenangan Aneh Saat Koma: Bisikan Kalimat Syahadat
Namun yang paling membekas dalam ingatan Dylan bukanlah rasa sakit fisik, melainkan pengalaman spiritual saat dirinya tak sadarkan diri.
“Gak ingat sama sekali (kecelakaan), yang paling membekas itu pas saya koma. Kayak ada yang ngomong dua kalimat syahadat, itu gak tahu siapa. Sampai sekarang pun aku selalu tanya, ‘Siapa ya, kok ada?’” ujarnya penuh rasa haru.
Pengalaman itu menimbulkan berbagai emosi dalam dirinya. Di satu sisi ia merasa damai, namun di sisi lain merasa belum siap meninggalkan orang tua dan kehidupan.
Setelah sadar dari koma, tak satu pun orang di sekitarnya mengaku pernah membisikkan syahadat tersebut di telinganya.
“Di satu sisi tenang, di satu sisi merasa, ‘Masa sih waktunya?’ Aku masih mau bahagiain orang tua,” tambahnya.
Microsleep dan Pelajaran Berharga
Dylan mengakui bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh kondisi tubuhnya yang kelelahan dan mengalami microsleep saat mengemudi. Sejak kejadian itu, ia menjadi jauh lebih waspada dan berhati-hati setiap kali berkendara.
“Kalau bawa kendaraan, concern kalau capek, ngantuk, kalau bisa istirahat di rest area. Aku saat itu microsleep,” kenangnya.
Tanggung Jawab Sebagai Anak Tunggal
Kini, setelah berhasil bangkit dari masa kelam itu, Dylan Carr semakin fokus menjalani hidup dengan tanggung jawab besar di pundaknya.
Sebagai anak tunggal dan satu-satunya harapan keluarga, ia merasa harus menjadi tulang punggung untuk orang tuanya yang sudah lanjut usia.
“Karena aku anak satu-satunya, bokap udah pensiun, nyokap ada di rumah. Sekarang bokap 80 tahun, nyokap sudah 50 tahun. Kalau bukan aku yang banting tulang, siapa lagi,” tutup Dylan penuh tekad.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















