Pernikahan Anak di Lombok Tengah Menuai Sorotan: Psikolog Ingatkan Dampak Psikologis Serius

pernikahan-anak-viral-di-lombok-tengah-nusa-tenggara-barat-ntb-ist

BOGORTODAY.COM Pernikahan anak kembali menjadi sorotan publik setelah beredarnya video pernikahan pasangan remaja di bawah umur di media sosial.

Pasangan tersebut adalah SR (17) dan SMY (14), warga Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dikabarkan menikah secara adat tanpa pencatatan resmi secara sipil.

Kasus ini telah dilaporkan oleh Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram ke Polres Lombok Tengah untuk ditindaklanjuti.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan hak anak dan upaya mencegah praktik pernikahan dini yang masih marak di sejumlah wilayah Indonesia.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Dampak Psikologis Pernikahan Dini

Menanggapi fenomena ini, psikolog klinis Anastasia Sari Dewi menjelaskan bahwa pernikahan anak dapat membawa konsekuensi psikologis serius bagi pasangan yang terlibat.

Menurutnya, secara mental dan emosional, anak-anak belum memiliki kapasitas yang matang untuk menjalani kehidupan rumah tangga.

“Anak-anak atau remaja secara psikologis cenderung belum bisa berpikir analitis. Mereka belum memiliki kemampuan mengambil keputusan secara logis, dan kepribadian mereka pun belum terbentuk utuh,” jelas Sari saat dihubungi pada Selasa (27/5/2025).

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Risiko Konflik dan Tekanan Emosional

Sari menambahkan bahwa ketidakmatangan psikologis ini sangat rentan memicu konflik dalam rumah tangga.

Pasangan muda kerap mengalami kebingungan dalam menyelesaikan masalah, belum mampu membedakan benar dan salah secara matang, serta tidak siap menentukan nilai dan budaya yang akan diterapkan dalam keluarga mereka.

“Pertama itu adalah kebingungan dalam menyelesaikan konflik antar pasangan. Yang kedua adalah kebingungan dalam menentukan budaya yang akan digunakan dalam rumah tangga,” ujarnya.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================