
BOGORTODAY.COM – Kabar menggembirakan datang dari kedalaman laut Indonesia. Tim peneliti gabungan berhasil menemukan kembali spesies ikan purba Coelacanth (Latimeria menadoensis) yang selama puluhan tahun dianggap telah punah.
Spesimen dewasa ikan purba ini berhasil didokumentasikan hidup-hidup di perairan Maluku Utara, tepatnya pada kedalaman 145 meter di bawah permukaan laut.
“Penemuan Coelacanth dewasa di Perairan Maluku Utara ini membuktikan tingginya keanekaragaman hayati laut di kawasan ini,” ungkap Dr. Gino Limmon, Ketua tim peneliti dari Universitas Pattimura Ambon, dalam pernyataan resminya, Selasa (27/5/2025).
Kerja Kolaboratif dan Teknologi Canggih
Tim peneliti yang dipimpin Dr. Gino merupakan gabungan dari berbagai lembaga, termasuk Underwater Scientific Exploration for Education (UNSEEN), Universitas Pattimura, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Universitas Udayana, dan Universitas Khairun.
Penelitian ini menggabungkan pendekatan ilmiah mutakhir dengan analisis data historis habitat Coelacanth, peta batimetri, serta pengalaman eksplorasi laut dalam yang mendalam.
Dua penyelam trimix berhasil mendokumentasikan keberadaan ikan ini secara langsung menggunakan kamera bawah laut.
Ini merupakan pertama kalinya foto dan video in-situ spesies Latimeria menadoensis berhasil diambil di habitat aslinya tanpa menggunakan kendaraan kendali jarak jauh (ROV) atau kapal selam seperti yang dilakukan sebelumnya di Sulawesi dan Papua Nugini.
Spesies “Hantu” yang Hidup Kembali
Menurut penasehat tim peneliti, Dr. Mark Erdman, penemuan ini sangat signifikan dalam dunia biologi laut. Ia menjelaskan bahwa Coelacanth pernah dianggap punah sejak akhir zaman Kapur, sekitar 70 juta tahun lalu, sebelum penemuan pertama spesies tersebut kembali terdeteksi di Afrika dan kemudian di Indonesia.
“Senang bahwa tim berhasil menjawab pertanyaan apakah Coelacanth ada di wilayah Maluku Utara. Ini adalah jawaban dari penantian dan hipotesis yang berlangsung hampir tiga dekade,” ujarnya.
Dorongan untuk Konservasi Laut Dalam
Penemuan ini turut didukung oleh program internasional Blancpain Ocean Commitment, yang fokus pada penelitian ekosistem laut dalam seperti terumbu karang mesofotik dan habitat Coelacanth.
Peneliti menegaskan pentingnya menjaga lingkungan laut dalam, terutama habitat-habitat unik yang menjadi rumah bagi spesies langka dan endemik.
Temuan ini menegaskan posisi Maluku Utara sebagai salah satu kawasan laut dengan keanekaragaman hayati tinggi dan potensi besar sebagai kawasan konservasi.
“Ini bukan sekadar penemuan ilmiah, tetapi juga peringatan kuat akan pentingnya perlindungan ekosistem laut dalam yang rapuh. Kita baru saja membuka lembar baru dalam sejarah kehidupan laut Indonesia,” pungkas Dr. Gino.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















