Pembangunan Sekolah Baru dan Gedung Baru untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan

Di samping upaya untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan guru, Dedie Rachim juga akan menerapkan metode pembelajaran dengan model multimedia di SMPN 22 Kecamatan Bogor Timur menggunakan audio visual, yang akan dijalankan dengan sistem broadcast, sehingga nantinya satu guru bisa mengajar di beberapa kelas secara bersamaan.

“Nanti Insyaallah SMPN 22 ini menjadi percontohan yang akan menerapkan sistem audio visual. Alatnya dalam waktu yang tidak terlalu lama akan saya kirim, saya pasang untuk dijadikan model baru pembelajaran di Kota Bogor,” ujarnya.

BACA JUGA :  Rudy Susmanto Rem Rekrutmen Honorer, Fokus Angkat P3K Penuh Waktu

Sistem ini juga sebagai jawaban dari tantangan terhadap kekurangan guru, tenaga pengajar yang memang masih sangat kurang.

Sebab pembangunan fisik, infrastruktur tanpa disertai jumlah guru, memang tidak mungkin atau akan mustahil proses pembelajaran bisa dilakukan. Namun kekurangan dan kelemahan ini akan diisi dengan teknologi.

“Insyaallah ke depan kita jadikan Kota Bogor sebagai kota yang menerapkan sistem teknologi pembelajaran jarak jauh untuk SD maupun SMP,” tutupnya.

BACA JUGA :  Telur Ceplok atau Telur Dadar? Ini Penjelasan Gizi di Balik Sorotan Presiden Prabowo pada Program MBG

Sebagai informasi, di Kota Bogor setiap bulan terdapat lebih kurang 20 guru yang pensiun, yang jika diakumulasi dalam satu tahun terdapat 240 guru yang pensiun.

Sementara itu, saat ini kebutuhan guru di Kota Bogor mencapai 800 hingga 1.000 guru untuk idealnya, namun di sisi lain penerimaan PNS melalui CPNS saat ini menerapkan sistem Zero Growth.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================