KIAT MENANAMKAN NILAI PANCASILA di ERA AI dan GAWAI

Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan di Bogor)

Oleh :  Agus Jatmika (Praktisi Pendidikan di Bogor)

SAAT ini bila kita minta semua siswa di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, untuk mengucapkan lima sila Pancasila pasti dengan mudah mereka akan lakukan. Bahkan, sebagian besar mereka mampu melafalkannya dengan penuh semangat saat upacara bendera tiap hari Senin.

Namun tantangan saat ini bukan pada kemampuan menghafal, tetapi bagaimana nilai-nilai Pancasila benar-benar ada serta mengakar dalam kehidupan mereka?

Anak-anak sekarang telah hidup di era digital. Mungkin nama-nama pahlwan di game online lebih mudah diingat daripada nama pahlawan nasional.

Selain itu mereka juga lebih mudah memahami cara kerja algoritma media sosial daripada makna “Keadilan Sosial” dalam Sila Kelima Pancasila.

BACA JUGA :  Pancasila di Tengah Disrupsi Digital

Hal itu karena saat ini ruang hidup mereka tidak hanya sekolah dan rumah, tetapi juga dunia virtual yang ramai, cepat, dan terus berubah.

Sehingga muncul pertanyaan, bagaimana mentransformasi nilai-nilai Pancasila dalam realitas anak-anak yang hidup di zaman gawai dan kecerdasan buatan ?

Mungkin kita bisa belajar bagaimana Sunan Kalijaga- satu dari sembilan wali penyebar Agama Islam di Jawa- menggunakan media wayang untuk menyampaikan pesan dakwahnya.

Kisah itu dapat kita jadikan contoh bagaimana di era sekarang, daripada menempatkan game online sebagai musuh, sebaiknya bisa menjadikannya media.

Permainan di game on line dapat menjadi media untuk memperkenalkan ulang nilai-nilai Pancasila dalam konteks yang mereka mudah pahami.

BACA JUGA :  Satu Rumah Ludes Terbakar di Ciampea, Tidak Ada Korban Jiwa

Misalnya dalam satu pertandingan di game online tersebut bagaimana anak-anak belajar kerjasama tim, mengatur strategi, dan menghadapi kekalahan dengan lapang dada.

Di sisi lain guru dan orang tua diharapkan juga mampu menghubungkan pengalaman bermain dengan nilai kebangsaan, agar anak-anak bisa mengerti dan menerapkan nilai-nilai itu sesuai dengan semangat kerja sama dan keadilan sosial.

Sementara itu berkaitan dengan kecerdasan buatan, kita ketahui bahwa anak-anak lebih mudah bertanya apapun kepada Al serta mendapat jawaban secara instan.

Tetapi di tengah kecanggihan kecerdasan buatan tersebut, siapa yang mengajarkan mereka bertanya pada pemikiran sendiri serta sikap yang sesuai nilai-nilai Pancasila?

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================