
Siapa yang memastikan bahwa teknologi yang mereka gunakan mampu memperkuat nilai-nilai kemanusiaan, bukan sebaliknya?
Tentunya hal ini menjadi ranah baru pendidikan karakter yang tidak bisa hanya mengandalkan kurikulum, tetapi juga menuntut adanya ekosistem yang adaptif dan kreatif.
Menurut penulis setidaknya ada tiga strategi yang bisa dijalankan untuk mentransformasi nilai Pancasila di era digital saat ini. Pertama, perlunya penggunaan bahasa yang sesuai keseharian anak-anak zaman sekarang.
Anak-anak umumnya lebih cepat tanggap terhadap simbol, kata, dan konten kesehariannya. Sehingga diperlukan pemahaman yang sesuai dengan pola pikir budaya digital mereka tanpa menghilangkan maknanya.
Kedua, kita hadirkan kegiatan bermakna, bukan sekedar ceramah. Misalnya siswa membuat video pendek bertema toleransi, mengadakan lomba membuat meme tentang gotong royong, atau menyusun proyek sosial berbasis teknologi seperti membuat vlog tentang filantropi sosial.
Sebab anak-anak saat ini belajar bukan hanya cukup dari ide saja, melainkan dari juga pengalaman yang menggugah.
Ketiga, kita bisa menampilkan figur teladan yang relevan dan dapat mereka akses. Selain pahlawan nasional, bisa juga influencer, konten kreator.
Atau tokoh lokal yang menunjukkan semangat Pancasila dalam tindakan nyata, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Contoh teladan atau panutan itu akan menjadi salah satu dasar moral di tengah banyaknya informasi.
Sebagai contoh anak muda yang mampu mengerakkan di dunia pendidkan digital, seperti pembuat platform pendidikan atau dari lingkungan yang dekat dengan mereka.
Dengan demikian Pancasila tidak boleh jauh dari layar dan pikiran anak-anak zaman sekarang. Tetapi mesti hidup dalam keseharian mereka seperti dalam obrolan daring, unggahan media sosial, pilihan tontonan, bahkan dalam strategi bermain game.
Dengan semakin kita mampu membumikan nilai-nilai luhur di anak-anak zaman sekarang, maka kita harapkan generasi saat ini bukan hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak, berempati, serta mempunyai akar jati diri bangsa yang kuat.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















