
“Guru bisa menyiasati tanpa adanya PR, yaitu dengan membuat siswa aktif selama proses belajar mengajar (PBM),” ungkapnya.
Ia menambahkan, keaktifan siswa di kelas sudah cukup menggantikan fungsi PR, dan sejumlah sekolah bahkan sudah lebih dulu menerapkan kebijakan serupa.
“Karena selama peserta didik sudah aktif saat PBM, itu sudah cukup untuk menggantikan PR yang ada selama ini. Di beberapa sekolah memang sudah tidak ada PR lagi,” tutup Heru. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















