
Dampak Lingkungan: Prestise vs. Perubahan Iklim
Meski Viatina-19 menjadi simbol kemajuan genetika, di sisi lain industri daging sapi tetap menjadi penyumbang besar gas rumah kaca.
Produksi sapi menyebabkan emisi metana dan turut berkontribusi pada penggundulan hutan Amazon, demi membuka padang rumput.
Para ilmuwan menilai bahwa perbaikan genetika seperti ini dapat mengurangi usia pemotongan dan emisi, tapi pengaruhnya masih terbatas jika konsumsi global tidak ditekan.
Upaya Diplomasi dan Ekspansi Pasar
Di tengah kekhawatiran iklim, Brasil tetap gencar mendorong ekspor daging sapi. Presiden Luiz Inácio Lula da Silva bahkan menjadikan sapi premium sebagai alat diplomasi.
“Tolong, ajak Perdana Menteri Fumio [Kishida] makan steak di restoran terbaik di São Paulo, supaya minggu depan ia mulai mengimpor daging sapi kita,” ujar Lula kepada wakil presidennya, dalam kunjungan bersama PM Jepang baru-baru ini.
Viatina-19 bukan hanya seekor sapi — ia adalah ikon genetika, ekonomi, dan kontroversi iklim. Di tengah upaya menjaga keberlanjutan, Brasil terus menyeimbangkan antara ambisi bisnis peternakan dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dan Viatina-19, sapi seharga Rp 65 miliar ini, adalah simbol nyata dari pertarungan dua dunia itu.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















