Gagal Ginjal di Usia 20-an: Kisah Tragis Wanita Bandung dan 5 Kebiasaan Harian yang Harus Dihindari

Gagal Ginjal di Usia 20-an: Kisah Tragis Wanita Bandung dan 5 Kebiasaan Harian yang Harus Dihindari

BOGORTODAY.COM – Seorang wanita asal Bandung menghebohkan media sosial setelah kisahnya viral karena mengalami gagal ginjal stadium akhir di usia yang masih sangat muda.

Ia pertama kali didiagnosis gagal ginjal pada usia 22 tahun, dan kisahnya ramai diperbincangkan publik saat ia menginjak usia 25 tahun pada akhir 2023.

Kisah tragis ini bermula dari gejala ringan yang kerap dianggap sepele: mual, susah makan, memar tanpa sebab, hingga mimisan.

Karena aktivitas hariannya yang padat, wanita ini mengira dirinya hanya kelelahan. Namun, saat akhirnya memeriksakan diri ke dokter, hasilnya sungguh mengejutkan—kedua ginjalnya telah rusak total dan tak berfungsi.

Ia mengaku pernah rutin mengonsumsi pil diet herbal, namun tidak mengecek keamanan produk tersebut.

“Aku tuh salahnya nggak ngecek BPOM, nggak ngecek kandungannya, bukan dari dokter. Itu sih, itu fatalnya,” katanya, Senin (25/9/2023).

Gagal Ginjal Tak Terjadi Seketika

Menurut dr Tunggul Situmorang, SpPD-KGH, seorang spesialis penyakit dalam dan ginjal, gagal ginjal umumnya tidak muncul secara mendadak.

Penyakit ini berkembang secara perlahan namun progresif, dan sangat dipengaruhi oleh gaya hidup jangka panjang.

“Umumnya tidak ada penyebab tunggal. Penyakit ini proses berjalannya lama tapi progresif,” kata dr Tunggul.

BACA JUGA :  Arab Saudi Buka Musim Umrah 1448 H, Visa Mulai Diterbitkan Sejak 31 Mei 2026

5 Kebiasaan Harian yang Diam-diam Merusak Ginjal

Sejumlah dokter dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) dan para ahli ginjal mengungkap kebiasaan umum yang sering diabaikan namun bisa memicu kerusakan ginjal, bahkan di usia muda:

  1. Konsumsi Garam Berlebihan

Terlalu banyak garam dalam makanan dapat memicu hipertensi (tekanan darah tinggi), yang merupakan salah satu penyebab utama gagal ginjal.

“Garam meningkatkan risiko hipertensi, dan hipertensi yang tak terkendali bisa merusak ginjal,” jelas dr Pringgodigdo Nugroho dari PERNEFRI.

  1. Kurang Minum Air Putih

Dehidrasi kronis dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, peradangan, bahkan pembentukan batu ginjal. Ini membuka jalan menuju kerusakan ginjal jangka panjang.

  1. Kurang Gerak dan Duduk Terlalu Lama

Gaya hidup pasif berkontribusi terhadap obesitas dan diabetes, dua kondisi yang erat kaitannya dengan penurunan fungsi ginjal. Penelitian dari University of Leicester membuktikan duduk terlalu lama berisiko terhadap gangguan ginjal.

  1. Sering Mengonsumsi Obat Pereda Nyeri

Obat nyeri seperti ibuprofen atau asam mefenamat memang efektif, tetapi bersifat toksik bagi ginjal bila digunakan sembarangan.

“Obat pereda nyeri harus di bawah pengawasan dokter. Konsumsi tanpa indikasi bisa sangat merusak ginjal,” tegas dr Elizabeth Yasmine Wardoyo, SpPD-KGH.

  1. Kebiasaan Ngopi Berlebihan
BACA JUGA :  Penyakit Jantung Kini Tak Lagi Identik dengan Usia Tua, Kasus pada Usia Muda Semakin Meningkat

Kopi hitam murni relatif aman, namun tren kopi kekinian yang sarat gula dan susu kental manis bisa memicu gangguan metabolik seperti diabetes.

Konsumsi berlebih gula merupakan salah satu penyebab utama kerusakan ginjal secara tidak langsung.

Pelajaran dari Kasus Nyata

Kasus wanita muda asal Bandung ini menjadi peringatan serius bagi generasi muda agar lebih peduli terhadap kesehatan ginjal.

Konsumsi suplemen tanpa pengawasan, pola makan tinggi garam dan gula, serta kebiasaan gaya hidup tidak sehat bisa membawa dampak fatal dalam jangka panjang.

Penting untuk rutin cek kesehatan, memperhatikan apa yang dikonsumsi, dan lebih bijak dalam memilih produk yang masuk ke tubuh.

Ginjal adalah organ vital, dan saat ia rusak, pengobatan seperti hemodialisis atau transplantasi ginjal adalah satu-satunya harapan.

Gagal ginjal bukan lagi penyakit orang tua. Gaya hidup modern yang tak terkendali membuat anak muda kini juga berisiko tinggi.

Jika Anda mengalami gejala seperti mudah lelah, mual, nyeri pinggang, atau pembengkakan di kaki, segeralah periksa ke dokter. Jangan tunggu hingga terlambat.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================