Trump Pertimbangkan Biaya Rp 16 Juta untuk Layanan Fast-Track Visa Turis AS

Dampak Terhadap Industri Wisata dan Persepsi Global

Kebijakan-kebijakan imigrasi Trump yang agresif sejak kembali menjabat pada 20 Januari 2025 telah memicu kekhawatiran luas.

Mulai dari pencabutan visa pelajar hingga pengawasan ketat terhadap semua pemohon visa, langkah-langkah ini dinilai menghambat mobilitas internasional ke AS.

Laporan Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia (WTTC) mencatat bahwa pengeluaran wisatawan internasional ke AS diprediksi turun 7% tahun ini, sebagian besar karena kebijakan Trump yang dianggap menghalangi dan nilai dolar yang menguat, membuat wisatawan memilih destinasi lain.

BACA JUGA :  Tipu 14 Anak Buah hingga Rp1,3 Miliar, Oknum Pejabat Satpol PP Kota Bogor Resmi Dipecat!

AS Terbitkan 10,4 Juta Visa Non-Imigran pada 2023

Menurut laporan tahunan Departemen Luar Negeri, pada tahun fiskal 2023, AS telah mengeluarkan 10,4 juta visa non-imigran, dengan 5,9 juta di antaranya adalah visa turis.

Angka tersebut menunjukkan masih tingginya minat warga asing berkunjung ke Amerika Serikat, meskipun iklim politik dan kebijakan imigrasi semakin ketat.

Wacana biaya layanan fast-track visa seharga Rp 16 juta ini menambah daftar panjang pendekatan kontroversial Trump dalam urusan imigrasi.

BACA JUGA :  Eva Rudy Susmanto Ajak Pelaku UMKM Kabupaten Bogor Melek Digital dan Siap Naik Kelas

Meski diklaim sebagai upaya efisiensi, kebijakan seperti ini dinilai dapat memperburuk aksesibilitas dan kesetaraan dalam sistem visa AS.

Apakah kebijakan ini akan benar-benar dijalankan atau justru ditolak karena berisiko hukum tinggi, publik dunia menanti keputusan final dari Gedung Putih.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================