
Pemberantasan Korupsi: puas 47,13 persen, tidak puas 52,87 persen
Tata Kelola Pemerintahan Bersih: puas 73,88 persen, tidak puas 26,12 persen
Tata Kelola Lingkungan: puas 75,63 persen, tidak puas 24,37 persen
Kebudayaan: puas 70,50 persen, tidak puas 29,50 persen
Komunikasi Publik: puas 70,25 persen, tidak puas 29,75 persen
Meski begitu, sejumlah indikator komunikasi dan partisipasi publik menunjukkan angka kepuasan yang lebih rendah:
Keterbukaan informasi: puas 45,75 persen, tidak puas 54,25 persen
Akses terhadap informasi program Pemkot: puas 55 persen, tidak puas 45 persen
Pengelolaan media sosial Pemkot: puas 49,12 persen, tidak puas 50,88 persen
Komunikasi langsung wali kota (forum warga): puas 51,88 persen, tidak puas 48,12 persen
Pelibatan masyarakat dalam perencanaan pembangunan:** puas 34,50 persen, tidak puas 65,50 persen
Terkait tingkat keyakinan masyarakat terhadap kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, sebanyak 34,13 persen responden menyatakan cukup yakin, 29,25 persen sangat yakin, 11,13 persen kurang yakin, 17,13 persen tidak yakin, dan 8,38 persen menyatakan tidak tahu.
Menanggapi hasil tersebut, analis politik Jeirry Sumampow menyampaikan pentingnya komitmen kepala daerah sejak awal masa jabatan.
“Kalau di awal pemerintahan saja komitmennya sudah meragukan, ini agak repot. Kita berharap untuk lima tahun ke depan komitmennya lebih baik,” kata Jeirry.
Ia juga mengingatkan agar pemimpin daerah tidak semata mengedepankan kebijakan populis untuk tujuan politik jangka pendek.
“Kebijakan populis mungkin mau maju di periode kedua. Yang kita inginkan itu kan komitmen stabil, konstan, mulai dari awal sampai akhir,” tegasnya. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















