Wabup Bogor Minta Dinkes Sosialisasikan Bahaya Minyak Jelantah

Wabup Bogor Minta Dinkes Sosialisasikan Bahaya Minyak Jelantah
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi (Jaro Ade)

BOGORTODAY.COM – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk menyosialisasikan dampak buruk penggunaan minyak jelantah terhadap kesehatan masyarakat.

Menurutnya, penggunaan minyak jelantah dalam pengolahan makanan dapat menjadi salah satu faktor penyebab stunting pada anak.

Dengan begitu, ia meningatkan pentingnya pengawasan terhadap makanan yang dikonsumsi masyarakat, terutama yang digoreng dengan minyak bekas.

“Kalau bicara stunting justru pertama dari konsumsi harus hati-hati, nah sekarang yang harus kita awasi bersama-sama,” ujarnya, Kamis (12/6/2025).

BACA JUGA :  Momen HJB ke-544, Jaro Ade dan Pengcab IMI Kabupaten Bogor Susuri Jejak Raden Ipik dari Jasinga hingga Malasari

Oleh karenanya, ia mengajak ibu rumah tangga serta pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar lebih bijak dalam menggunakan minyak goreng, terutama yang akan dikonsumsi oleh masyarakat.

“Kita ajak masyarakat terutama ibu-ibu atau para pedagang UMKM, hati-hati untuk mempergunakan minyak jelantah,” katanya.

Baginya, peran pemerintah daerah dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya minyak jelantah sangat penting. Dia berharap Dinkes segera melakukan langkah-langkah konkret melalui sosialisasi.

“Kita berharap Dinkes nanti melakukan sosialisasi bagaimana dampak terkait dengan minyak jelantah yang digunakan beberapa hari,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Tiga Toko Miras Ilegal di Cileungsi Bogor Diganyang Satpol PP

Tak hanya soal kesehatan, Jaro Ade juga menyoroti aspek lingkungan dari penggunaan minyak jelantah. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak membuang minyak bekas secara sembarangan dan mendorong pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel.

“Membuang juga tidak boleh sembarangan ke tempat-tempat, karena kalau minyak jelantah itu dikumpulkan terus bisa dibeli dan bisa disetor juga ke Pertamina untuk menjadi biodiesel,” tutupnya. ***

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================