
“Dulu kita sering dengar istilah ‘bangsa tempe’ adalah bangsa yang lemah, tapi kini justru tempe menjadi produk unggulan bernilai gizi tinggi yang dikonsumsi banyak negara. Ini bukti bahwa bangsa Indonesia sejak dulu sudah berpikir maju dalam mengolah makanan sederhana menjadi pangan berkelas dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Tempe Indonesia, dr. Hardinsyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Tempe Nasional (Hartempenas) yang jatuh setiap 6 Juni, bertepatan dengan hari lahir Bung Karno.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Bogor yang telah mendukung perkembangan industri tempe dan mengapresiasi peran Kota Bogor sebagai kota bersejarah lahirnya gagasan pengakuan tempe sebagai warisan budaya dunia.
“Hari ini, kita bersyukur karena pemerintah Indonesia sudah mengajukan tempe ke UNESCO. Ini tidak terlepas dari peran Forum Tempe Indonesia dan sejarah panjangnya yang dimulai dari Kota Bogor, 11 tahun lalu,” ungkap Hardinsyah.
Kegiatan ini dilanjutkan dengan penandatanganan Rembug Budaya Tempe. Turut hadir pula para pelaku usaha tempe, akademisi, pegiat budaya, serta pemangku kepentingan dalam kegiatan tersebut.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















