Blue Safir: Permata Kemewahan, Spiritualitas, dan Warisan Lintas Zaman

Batu blue safir

BOGORTODAY.COM – Batu blue safir bukan sekadar permata berwarna biru yang memikat mata. Di balik kilaunya, tersimpan sejarah panjang, makna simbolik yang dalam, hingga peran penting dalam budaya dan ekonomi berbagai bangsa.

Sejak zaman kuno hingga era modern, blue safir tetap menjadi simbol kemewahan, perlindungan spiritual, dan status sosial yang tak lekang oleh waktu.

Sejarah Panjang Blue Safir: Dari Orakel ke Istana Kerajaan

Jejak sejarah batu blue safir telah tercatat dalam berbagai peradaban besar dunia. Di Abad Pertengahan, batu ini dianggap sebagai refleksi langit dan dipercaya membawa kebijaksanaan serta perlindungan ilahi. Di Yunani Kuno, para pencari wahyu mengenakannya saat memohon petunjuk dari orakel.

BACA JUGA :  Bolehkah Penderita Darah Tinggi Makan Ikan Asin? Ini Penjelasan dan Pola Makan yang Tepat

Dalam tradisi agama Hindu dan Buddha, safir diyakini membantu mencapai pencerahan spiritual. Sementara itu, raja-raja Kristen awal mengenakan cincin dengan safir sebagai simbol kemurnian dan pelindung dari roh jahat.

Menariknya, legenda Ibrani menyebut bahwa Loh Batu Sepuluh Perintah Allah ditulis di atas safir — meski secara geologi, banyak yang memperkirakan itu adalah lapis lazuli.

BACA JUGA :  Soal Penanganan Banjir Lintasan di Kota Bogor, Dedie Rachim: Ada Pembagian Kewenangan Pusat dan Provinsi

Puncak pamor blue safir terjadi pada akhir abad ke-19 saat safir Kashmir ditemukan di India. Safir dari wilayah ini terkenal akan warna birunya yang intens dan beludru.

Salah satu batu terbaik dari Kashmir bahkan pernah dijual hingga US$ 242.000 per karat, menjadikannya salah satu permata termahal di dunia.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================