Wamendikdasmen Ingatkan Ancaman Brain Rot, Orang Tua Diminta Batasi Penggunaan Gawai pada Anak

Utamakan Metode Konvensional dalam Pendidikan Anak Usia Dini

Fajar menekankan bahwa pendidikan anak usia dini sebaiknya menggunakan pendekatan konvensional yang menekankan interaksi fisik dan sosial langsung, seperti membaca buku cetak, bermain di luar ruangan, atau bermain peran bersama teman sebaya dan keluarga.

Hal ini sejalan dengan temuan Melly Latifah dan tim dari IPB University, yang menyebutkan bahwa anak yang terlalu sering menggunakan gawai cenderung:

  • Sulit melepaskan diri dari perangkat,
  • Mudah marah saat waktu layar dibatasi,
  • Mengabaikan aktivitas lain yang lebih bermanfaat,
  • Dan mengalami hambatan dalam perkembangan sosial-emosional.

Anak-anak tersebut juga cenderung memiliki kemampuan interaksi sosial yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang penggunaan gawainya dibatasi.

Rekomendasi Praktis bagi Orang Tua

Merespons fenomena ini, para ahli merekomendasikan beberapa langkah konkret yang dapat diterapkan orang tua:

  1. Batasi Durasi Penggunaan Gawai
BACA JUGA :  7 Kebiasaan Orang Tua yang Tanpa Disadari Bisa Menghambat Kemandirian Anak

Anak usia prasekolah tidak dianjurkan menggunakan gawai lebih dari satu jam per hari. Penggunaan harus selalu diawasi.

  1. Pilih Konten Sesuai Usia

Pastikan anak hanya mengakses konten edukatif dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka. Gunakan aplikasi dengan fitur parental control.

  1. Libatkan Anak dalam Aktivitas Non-Digital

Ajak anak bermain di luar, membuat kerajinan, membaca buku bersama, atau melakukan permainan imajinatif yang merangsang kreativitas dan interaksi sosial.

  1. Tingkatkan Kualitas Interaksi Keluarga

Luangkan waktu berkualitas tanpa gangguan gawai. Aktivitas seperti makan malam bersama atau berbincang sebelum tidur sangat penting untuk membangun kedekatan emosional.

  1. Jadilah Contoh Positif

Anak meniru perilaku orang tua. Jika orang tua terlalu sibuk dengan ponsel saat bersama anak, maka anak pun akan menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar. Tunjukkan perilaku bijak dalam penggunaan gawai.

BACA JUGA :  Terbungkus Handuk Cokelat, Bayi Perempuan Ditemukan Terlantar di Semak-semak

Fenomena brain rot bukanlah isu sepele. Ini adalah peringatan bagi orang tua, pendidik, dan pembuat kebijakan untuk lebih serius menghadapi dampak digitalisasi terhadap tumbuh kembang anak.

Pendidikan anak usia dini tidak bisa diserahkan pada layar. Peran aktif orang tua dalam membatasi paparan gawai dan menyediakan alternatif aktivitas yang bermakna sangat krusial dalam membentuk generasi yang sehat secara fisik, mental, dan sosial.

“Kita ingin anak-anak tumbuh dengan kemampuan kognitif dan emosional yang optimal. Itu tidak bisa digantikan oleh gawai,” tutup Fajar.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================