Kaldu Tulang Jadi Tren Kesehatan di Media Sosial, Benarkah Manfaatnya Sebesar Itu?

Kaldu Tulang

BOGORTODAY.COM Kaldu tulang sedang naik daun sebagai minuman kesehatan baru yang digandrungi di media sosial.

Dari TikTok hingga Instagram, warganet ramai membagikan rutinitas mereka minum kaldu tulang setiap pagi, lengkap dengan klaim-klaim manfaat seperti kulit glowing, pencernaan lancar, tubuh lebih segar, hingga terpenuhinya kebutuhan protein harian. Tapi, seberapa besar manfaatnya secara ilmiah?

Apa Itu Kaldu Tulang?

Kaldu tulang dibuat dari hasil merebus tulang hewan — biasanya sapi atau ayam — selama berjam-jam.

Proses ini menghasilkan cairan kaya nutrisi yang mengandung air, garam, dan sejumlah zat gizi penting seperti:

  • Mineral: Kalsium, magnesium, fosfor
  • Vitamin: A, B, E, dan K
  • Protein: Kolagen dan asam amino seperti glisin dan prolin
  • Natrium: Yang berperan dalam keseimbangan cairan tubuh

Dengan komposisi seperti itu, tak heran jika kaldu tulang disebut-sebut sebagai “superfood alami”.

Klaim: Kulit Lebih Glowing dan Awet Muda

Salah satu daya tarik utama kaldu tulang adalah kandungan kolagennya, yang dikenal dapat menjaga elastisitas kulit, mencegah keriput, dan memperkuat jaringan ikat.

Ahli gizi Lisa Moskovitz, dikutip dari Food and Wine, membenarkan bahwa konsumsi kolagen bisa memperlambat penuaan kulit dan meningkatkan tekstur serta warna kulit.

BACA JUGA :  Beasiswa AGRTPS 2026 Resmi Dibuka, Mahasiswa Indonesia Berkesempatan Kuliah Riset di Australia dengan Pendanaan Penuh

Namun, ia mengingatkan bahwa kandungan kolagen dalam kaldu tulang — terutama yang buatan rumah — cenderung rendah dan sulit diukur, tidak seperti suplemen kolagen yang lebih terstandar.

Sebuah studi dari International Journal of Sport Nutrition and Exercise Metabolism tahun 2019 juga menunjukkan bahwa kaldu tulang tidak bisa diandalkan sebagai satu-satunya sumber kolagen yang signifikan.

Klaim: Pencernaan Lebih Lancar dan Imun Lebih Kuat

Kaldu tulang mengandung berbagai asam amino yang berfungsi memperbaiki jaringan tubuh, mendukung sistem imun, dan memberi energi.

Menurut ahli gizi Kathleen Garcia-Benson, asam amino seperti glisin dan glutamin dapat membantu memperkuat lapisan usus, yang berkontribusi pada sistem pencernaan yang sehat.

Namun, ia menegaskan bahwa kaldu tulang bukan satu-satunya sumber asam amino, dan konsumsinya sebaiknya dilihat sebagai pelengkap, bukan pengganti.

Klaim: Tinggi Protein

Satu cangkir kaldu tulang biasanya mengandung sekitar 9 gram protein, namun jumlah ini bisa sangat bervariasi tergantung jenis tulang, waktu perebusan, dan bahan tambahan. Dibandingkan dengan sumber protein lain seperti telur atau dada ayam, jumlah ini terbilang relatif rendah, sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan protein harian jika dikonsumsi sendiri.

BACA JUGA :  Rutin Konsumsi Semangka Berpotensi Menjaga Kesehatan Jantung, Ini Penjelasannya

Hati-Hati Kandungan Natrium

Kaldu tulang juga mengandung natrium tinggi, yang dapat memengaruhi tekanan darah jika dikonsumsi berlebihan.

Bagi penderita hipertensi, penyakit jantung, ginjal, atau diabetes, penting untuk membatasi asupan kaldu tulang atau berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikannya bagian dari pola makan rutin.

Minum kaldu tulang di pagi hari bisa menjadi kebiasaan sehat dan menawarkan sejumlah manfaat gizi, terutama sebagai pelengkap pola makan seimbang. Namun, tidak semua klaim yang viral di media sosial sepenuhnya akurat.

Kaldu tulang memang bernutrisi, tetapi tidak bisa diandalkan sebagai “obat ajaib” untuk kulit, pencernaan, atau kebutuhan protein.

Sebaiknya konsumsi secara moderat, dan padukan dengan pola makan bergizi, hidrasi cukup, serta gaya hidup aktif untuk hasil yang optimal.***

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================