
BOGORTODAY.COM – Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) tampaknya lebih percaya pada kaki mereka sendiri ketimbang roda birokrasi yang sudah lama aus. Kamis (19/6/2025), mereka memilih long march sejauh 26 kilometer menuju kantor Pemerintah Kabupaten Bogor. Bukan untuk olahraga pagi, melainkan untuk mengingatkan bahwa nyawa manusia lebih penting dari jadwal operasional .truk tambang.
“Targetnya saya harap pemerintah cepat mengambil kebijakan, karena baru kemarin sudah ada korban jiwa lagi, tiga orang di Rumpin. Anak sekolah kecelakaan dengan truk pengangkut tambang itu,” ujar Muhammad Abdul Aziz, koordinator aksi.
Sementara Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 56 masih segar di dokumen, di lapangan aturannya sudah basi. Truk tambang tetap melenggang sesuka hati, bahkan portal perbatasan yang seharusnya membatasi, kini hanya jadi dekorasi.
“Di portal perbatasan sudah ada jam operasional, tapi tidak berfungsi sama sekali. Jadi saya berharap pemerintah bisa menangani hal itu,” ucap Ajis dengan nada lelah, entah karena perjalanan atau karena pemerintah yang terus berjalan di tempat.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















