
Akibat aksi mogok tersebut, ribuan wisatawan yang sudah memiliki tiket terpaksa antre di luar, di bawah piramida kaca karya arsitek I.M. Pei, tanpa informasi yang jelas. Hingga siang hari, museum masih tertutup dan antrean panjang membentang hingga ke area pusat perbelanjaan bawah tanah.
Beberapa pengunjung yang kelelahan akhirnya menyerah dan meninggalkan antrean. Banyak yang kecewa karena tidak mendapatkan penjelasan memadai. “Ini seperti serangan Mona Lisa di luar sana,” kata Kevin Ward, turis asal Milwaukee yang terjebak dalam antrean panjang.
Louvre sempat mengeluarkan pernyataan singkat di situs web resminya: “Karena pemogokan di Prancis, museum mungkin buka lebih lama dan beberapa ruang pameran mungkin tetap tutup. Kami berterima kasih atas pengertian Anda.”
Dengan batas kunjungan harian 30.000 orang, realitanya sekitar 20.000 pengunjung berdesakan hanya di satu ruangan untuk melihat Mona Lisa – yang ukurannya justru mengejutkan banyak orang karena kecil.
Louvre kini menjadi simbol dari krisis pariwisata massal, di mana antusiasme pengunjung tidak lagi sejalan dengan kapasitas pelayanan dan kesejahteraan pekerja.
Aksi ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi tempat wisata paling populer dunia dalam menyeimbangkan antara daya tarik global dan kondisi kerja yang manusiawi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














